Mesir:

Universitas Al-Azhar Mesir Wisuda 263 Mahasiswa RI

 Universitas Al-Azhar Mesir Wisuda 263 Mahasiswa RI

Universitas Al-Azhar Mesir melakukan wisuda terhadap 433 lulusan program sarjana dan pascasarjana. Sebanyak 263 orang diantaranya berasal dari Indonesia.

Menurut Kantor Berita ABNA, Universitas Al-Azhar Mesir melakukan wisuda terhadap 433 lulusan program sarjana dan pascasarjana. Sebanyak 263 orang diantaranya berasal dari Indonesia. 

Prosesi wisuda digelar di Al-Azhar Convention Center, Cairo, Mesir (4/10). Hadir dalam acara wisuda ini antara lain Dubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi, Penasihat Grand Imam Al-Azhar Dubes Abdel Rahman Mousa, Direktur Pelatihan Lembaga Fatwa Mesir Dr Amr el Werdhani, Dekan Fakultas Usluhuddin Prof Dr Abdel Fattah Al Awwari, Dekan Fakultas Dakwah Prof Dr Gamal Farouk, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Keislaman, Prof Dr Abdel Moneim Fouad, dan Sekjen Lembaga Dakwah Al-Azhar, Prof Dr Fathy Hegazy, 

Berbeda pada acara wisuda pada umumnya, wisuda kali ini digelar atas kerja sama antara KBRI Cairo, Universitas Al-Azhar dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir. Bertindak sebagai pimpinan sidang wisuda adalah Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr Usman Shihab.

Meski demikian, suasana wisuda tetap meriah. Aula yang berkapasitas 1.227 kursi itu pun tidak sanggup menampung seluruh pengunjung wisuda. Alhasil, lobi utama gedung pun dipenuhi teman dan keluarga para wisudawan. 

Dalam kegiatan ini, lulusan terbaik diraih Nurul Aini Azizah dari Fakultas Hadis. Nurul meraih predikat Mumtaz Ma’a Martabah Syaraf (Summa Cumlaude). Atas prestasi yang diraih, seorang pengusaha Mesir Muhammad Ragab memberi hadiah umrah untuk perempuan asal Jawa Timur ini. 

Dalam sambutannya, Dubes Helmy mengatakan tidak mudah untuk lulus dan meraih gelar sarjana dari kampus Islam ternama di dunia ini. Terlebih, di Indonesia, banyak anak muda yang bermimpi untuk menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar. “Kalian adalah orang-orang terpilih untuk mengemban risalah mulia Al-Azhar di tanah air, menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta berperan aktif meluruskan pemahaman umat yang masih keliru tentang Islam,” ujar Dubes Helmy.

Dirinya mengaku senang dengan melihat peningkatan prestasi yang diraih mahasiswa dan mahasiswi asal Indonesia. Menurut catatan KBRI Cairo, terdapat 17 mahasiswa Indonesia yang meraih nilai Mumtaz (cumlaude), 203 orang meraih nilai Jayyid Jiddan (sangat baik) dan 136 meraih nilai Jayyid (baik). Menurutnya, prestasi ini terkait erat dengan peningkatan kemampuan bahasa Arab para mahasiswa Indonesia.  

“Dan ini juga merupakan salah satu indikator keberhasilan Pusat bahasa Al-Azhar yang mendidik para calon mahasiswa sebelum mereka mengenyam pendidikan di jenjang sarjana,” urai Dubes Helmy.

Lebih lanjut, Dubes Helmy berharap lulusan Al-Azhar dapat segera pulang ke nusantara untuk menyebarkan ilmu Islam. Apalagi, ajaran Al-Azhar dikenal tidak mudah mengkafirkan orang lain dan sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan. “Saya berharap ilmu yang kalian miliki bermanfaat bagi bangsa, negara dan agama,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Dubes Helmy juga mengajak para hadirin untuk mendoakan korban bencana yang menimpa Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. “Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada keluarga korban dan memberikan kekuatan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan penanganan pascabencana secara cepat dan baik,” harap Dubes Helmy.




Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Usman Syihab, saat membuka Acara Wisuda, melaporkan kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Indonesia. Selain Indonesia, sejumlah lulusan dari berbagai negara juga ikut serta. Mereka berasal dari Malaysia (82 orang), Thailand (54 orang), Filipina (10 orang), Singapura (4 orang), Brunei Darussalam (2 orang), Pakistan (4 orang), India (3 orang), Kazakhstan (2 orang), Nepal (1 orang), Spanyol (1 orang), Djibouti (1 orang), Afghanistan (3 orang), Rusia (1 orang), China (1 orang) dan Kamboja (1 orang). 

“Dari total wisudawan, 8 orang diantaranya lulus program magister dan 1 orang studi doktoral,” terang Usman.

Universitas Al Azhar Beri Beasiswa Penuh

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Abdel Rahman Mousa mengungkapkan pihaknya menyiapkan beasiswa penuh bagi para lulusan berprestasi. Untuk lulusan S1 peraih predikat Mumtaz dan Jayyid Jiddan akan diberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan ke program magister. Sedangkan bagi lulusan S2 peraih predikat mumtaz juga akan diberi beasiswa penuh untuk studi doktoral. 

“Grand Imam Al Azhar Prof Dr Ahmad El-Tayeb meminta kepada kami untuk menyampaikan pesan ini kepada seluruh mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar,” kata Dubes Moussa yang disambut tepuk tangan dari para wisudawan. (Sumber: KBRI Kairo)


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

haj 2018
We are All Zakzaky