Sari Roti, Hidayat Nur Wahid dan Zulkifli Hasan

  • News Code : 797442
  • Source : FB
Brief

Sudahlah lupakan Sari Roti, masih ada roti yang lain. Lupakan HNW, masih ada Zulkifli Hasan!

Tak pelak lagi 2 nama ini menjadi viral di dunia maya hari-hari ini. Meski yang satu adalah merek dagang yang memproduksi roti, dan yang satu lagi adalah nama seorang tokoh yang pernah menjadi Presiden sebuah partai, dan menduduki salah satu jabatan dari 10 jabatan tertinggi di negara kita, namun keduanya dipertemukan oleh satu langkah yang sama: Blunder.

Sari Roti, memakai ilmu penjualan dan pemasaran yang paling sederhana saja, sudah melakukan langkah yang paling bodoh dengan mengeluarkan pernyataan secara resmi bahwa tidak 'ikut-ikut' dalam gerakan 212. Pernyataan itu muncul sebagai reaksi terhadap adanya beberapa foto yang menggambarkan pedagang Roti merek mereka (Sari Roti) menggeratiskan dagangannya. Padahal mereka tahu, sudah pastinya, bahwa sistem distribusi mereka tidak mempergunakan cara konsinyasi. Beli putus. Sama sekali tidak ada kerugian di pihak produsen. Alih-alih senang bahwa para distributor kaki tiganya laris manis pada saat itu, mereka malah mengeluarkan pernyataan anti marketing dengan menolak di"sangka-baik"kan dengan menggeratiskan Roti mereka bagi para demonstran. 'Diam' mungkin adalah langkah yang paling bijak bila tidak ingin mengakui perbuatan baik orang lain, setidaknya bagi sebahagian besar orang yang bersetuju dengan gerakan 212 yang terbukti massive dalam jumlah. Tentu ini adalah target dan tujuan pemasaran produk yang potensial, sekarang dan utamanya di masa-masa yang akan datang.

Sebuah anugrah dan rahmat yang besar tanpa perlu mengeluarkan biaya besar demi kampanye atau promosi, yg juga melelahkan dan membutuhkan waktu. Ternyata Anugrah dan Rahmat itu memang memilih. Dan Sari Roti membuang anugrah dan rahmat yang besar itu dengan pernyataan blundernya. 
Semoga yang punya ide itu pemilik, sehingga tidak ada pemecatan. Kalau itu ide manager atau penasihat Marketing, tolong diinfokan siapa orangnya, minimal kita mau dan perlu belajar dari beliau bagaimana menghancurkan perusahaan 
dengan satu langkah cepat, tepat dan pasti.

-------------

Hidayat Nur Wahid, dalam tugasnya sebagai salah seorang perwakilan kita di parlemen, berkunjung ke Republik Islam Iran, dan diabadikan sholat dan bermakmun dengan ketua parlemen Iran. Sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan. Betapa tidak, Imamnya yang bermazhab Syiah, diikuti makmun yang bermazhab Sunni, yang kebetulan ada tokoh-tokoh penting Bangsa dan Negara Indonesia. Sebuah penggambaran yang sangat syahdu dan mengharukan bahwa perbedaan cara pandang (mazhab) tidak menjadikan kita terpecah dan berbelah dalam tujuan utama penciptaan manusia "beribadah" kapada Sang Pencipta. Dan kita satu. Bersaudara, meski satu bersedekap sedang yang lain tidak bersedekap.

Tiba-tiba, sebuah klarifikasi yang menggelegar lahir di 'account' twitter beliau (HNW). Blar! hancur lah semua "kesejukan" fragmen tadi.

Kalaupun situasi dan kondisi yang dimaksud bukan hal yang menyenangkan bagi pribadi HNW, tentu pilihan 'diam' adalah langkah yang paling rasional. Lagi-lagi karena kekhawatiran atas dampak "hilangnya" kepercayaan, sebuah klarifikasi justru menjadi sebuah 'pengaburan' nilai sejati yang semestinya dijunjung tinggi sebagai tujuan utama, kalau tidak ingin dikatakan telah dihilangkan.

Duhai, Sari Roti, apa gerangan yang yang terbersit dalam fikiranmu kini setelah melihat keputusan blunder itu, menyesal?

Duhai, Hidayat Nur Wahid, engkau yg saya kenal sebagai orang yang santun dan tentu berharap atas damai dan bersatunya Umat Muhammad SAW, kok tidak melihat kasus Sari Roti, terus membuat langkah yang lebih blunder darinya??

Tapi, untunglah salah satu tokoh (yang turut sholat bersama di Parlemen Iran) Ketua MPR kita, Bapak Zulkifli Hasan, telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan indah dan menyejukkan. Dan pernyataan beliau tentang "pentingnya sebuah diskusi indah antara dua mazhab besar Islam (Ahlus Sunnah Waljama'ah dan Syiah) digalakkan dalam rangka menjalin semangat persatuan persaudaraan". Pernyataan beliau itu menjadi penawar kekecewaan yang sudah membelit hati.

Dan kalau boleh, saya ingin menutup tulisan ini dengan kalimat:

Sudahlah lupakan Sari Roti, masih ada roti yang lain. Lupakan HNW, masih ada Zulkifli Hasan!

(Hasyim Arsal Alhabsi)


Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mourining of Imam Hossein
Pesan Haji 2017 Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram