NU dan Pancasila Target Utama Takfiri, Bukan Syiah

  • News Code : 785680
  • Source : www.voa-islamnews.com
Brief

iapa sebenarnya target utama penyesatan, pembid’ahan dan gerakan masif takfirisme yang merajalela sekarang ini? Percayakah anda, Bukan Ahmadiyah, bukan pula Syiah. Tapi tak lain tak bukan adalah NU.

Iseng-iseng di Google saya ketik ‘NU sesat’. Saya dapati ada 538.000 tulisan. Berikutya saya ketik kata kunci ‘Syiah sesat’,  ada 544.000 tulisan. Menarik kan? Ternyata hampir sama jumlah kata kunci ‘Syiah sesat’ dan ‘NU sesat’, menarik untuk mencari tahu, Siapakah dalangnya?

Kenapa tak hanya Syiah, tapi NU secara masif  (tapi kurang disadari) disesatkan juga? Siapa sebenarnya target utama penyesatan, pembid’ahan dan gerakan masif takfirisme yang merajalela sekarang ini? Percayakah anda, Bukan Ahmadiyah, bukan pula Syiah. Tapi tak lain tak bukan adalah NU.

Ahmadiyah dan Syiah itu di Indonesia kan secuil, seiprit. Di Indonesia ini tak ada untungnya juga nyerang Syiah sebenarnya. Itu cuman target sekunder saja. Ahmadiyah dan Syiah hanyalah batu loncatan untuk menyerang target utama: NU. Kenapa menyerang NU? Karena NU-lah (bersama Muhammadiyah) yang menjadi benteng penjaga bangsa ini sejak, bahkan sebelum, kemerdekaan Indonesia. Jika NU hancur, hancur pulalah bangsa ini.

Seperti Libya, Suriah, dan Irak. Lihatlah, sekarang kelompok takfiri ini sudah tak malu-malu lagi menyerang. membid’ah-bid’ahkan dan bahkan menyesatkan amaliah NU seperti tahlil, maulid, shalawat, ziarah, dll itu kan? Bahkan dari dalam tubuh NU sendiri pun gerakan anti NU -tulen yang wasath, yang moderat dan toleran- mulai bermunculan. Ketika menyerang Ahmadiyah, mereka mulus-mulus saja, karena Ahmadiyah memang tak punya doktrin ‘melawan’. Tapi ketika target lanjutannya adalah Syiah, di sinilah kelompok takfiri ini kesandung dan nyonyor, karena Syiah memilik militansi. Syiah mencoba meniru semangat juang SAYYIDINA HUSAIN. Syiah memiliki derita panjang bulan-bulanan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Syiah adalah orang yang dibesarkan dengan doktrin menjadi petarung dan pejuang, yang tak akan diam dan siap bangkit melawan.

Menarik untuk dicermati. Secara kultural, Syiah dan NU di Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat. “NU adalah Syiah minus Imamah, Syiah adalah NU plus Imamah”, begitu kata alamarhum Gus Dur.

Wahabi Takfiri terlalu nekat kalau langsung menyerang NU, karena itulah Syiah dijadikan batu loncatan. Karena itu bisa dimengerti bahwa NU tak akan hancur kalau Syiah tidak dihancurkan lebih dulu. Syiah-pun tak akan bisa dihancurkan, selama NU tidak dikacaukan terlebih dahulu. Karena itu, kelompok takfiri ini (bisa di Sunni-Syiah-Wahhabi), tak akan pernah bisa berhasil merobohkan NU selama mereka tak berhasil menstigma Syiah sebagai sesat, kafir, dan bukan Islam. Karena dari situlah mereka mendapat pintu masuk untuk menyerang NU, yaitu dari pintu ajaran, amaliah, dan kultur Syiah yang sama dengan NU (shalawatan, mengharap syafaat, maulid, haul, ziarah, tahlil, dll).

Jangan pula heran ketika fitnah pada Syiah begitu massif dan sistematis. Tak hanya dari luar Syiah, bahkan dari dalam Syiah sendiri pun disusupi antek-antek takfiri pemuja Yasir Habib yang tinggal di London dan Tawhidi yang asal Australia. Jika Syiah roboh, NU juga Roboh. Berikutnya  PANCASILA digantikan KHILAFAH.

#saveNKRI

(Kyai Zainal Ma’arif)


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

پیام امام خامنه ای به مسلمانان جهان به مناسبت حج 2016
We are All Zakzaky
Telegram
IKHLAS

IKHLAS

SYUKUR

SYUKUR

IHSAN

IHSAN